Ibu
Ibu engkau adalah denyut di nadiku
Desah di setiap hembus nafasku
Getar di setiap desir darahku
Gelora di setiap jengkal semangatku.
Getar di setiap desir darahku
Gelora di setiap jengkal semangatku.
Ibu, bahagiamu adalah citaku
Senyummu adalah tujuanku
Sorot matamu adalah cahaya bagiku
Sedihmu adalah dukaku.
Senyummu adalah tujuanku
Sorot matamu adalah cahaya bagiku
Sedihmu adalah dukaku.
Ibu, sungguh aku mencintamu
Merindumu,
Seperti kemarau rindukan hujan
Laksana malam rindukan rembulan.
Merindumu,
Seperti kemarau rindukan hujan
Laksana malam rindukan rembulan.
Ibu, terima kasihku atas hadirmu
Di setiap episode hidupku
Maafkan aku yang belum mampu
Membalas segenap pengorbananmu.
Di setiap episode hidupku
Maafkan aku yang belum mampu
Membalas segenap pengorbananmu.
Sungguh aku takkan mampu, takkan pernah mampu
Mengganti setiap tetes darah dan peluhmu
Hanya doa ku panjatkan untukmu
Agar Allah tetapkan bahagia dunia dan akhiratmu
Mengganti setiap tetes darah dan peluhmu
Hanya doa ku panjatkan untukmu
Agar Allah tetapkan bahagia dunia dan akhiratmu
Ya Allah ya Tuhanku
Izinkan hamba menunaikan bakti untuk ibu
Menghadirkan senyum disela tangisnya
Hadirkan bahagia di setiap sudut hatinya.
Izinkan hamba menunaikan bakti untuk ibu
Menghadirkan senyum disela tangisnya
Hadirkan bahagia di setiap sudut hatinya.
Angsana, 22 Desember 2019
Tidak ada komentar:
Posting Komentar