*Catatan
perjalanan 9
Ada yang menggelitik hati dan
pikirku saat mendengar celoteh ibu – ibu arisan soal anak.
“Anak situ sepasang ya, impas bearti.
Kalau saya perempuan semua ni, ga balik modal deh…”
“Apalagi ibu A, anaknya banyak, menang
banyak deh.”
Serius aku ga paham dengan apa yang
dicelotehkan itu. Impas, balik modal, untung rugi, menang banyak? Apa
hubungannya dengan jenis kelamin anak ? Hummm, agak terbelakang kalo urusan
begini, ahay.
Menurut pendapatku ya, anak itu
amanah dari Allah. Baik laki – laki maupun perempuan semua sudah diatur
rezekinya masing – masing. Tugas kita adalah menjaga amanah itu sebaik yang
kita mampu, agar fitrahnya tetap terjaga.
Memberi pakaian, tempat tinggal,
makanan yang halal dan baik, pendidikan yang baik, lingkungan yang baik, dst.
Setelah semua upaya kebaikan dilakukan dengan sepenuh daya dan usaha, maka selesai
tugas kita. Jangan kemudian mengungkit pemberian kita dan menuntut balas budi dari
anak – anak yang dibesarkan.
Adalah harapan semua orang tua untuk
memiliki anak yang berbakti. Yang akan menjamin kedua orang tuanya di usia
senja. Tapi Leha, ga semua harapan jadi nyata J
Ada kalanya kondisi anak tidak
memungkinkan untuk membalas kebaikan orang tuanya karena kehidupan mereka yang
sempit, bukan karena tidak mau. Lantas, akankah kita sematkan anak durhaka pada
kondisi demikian ? Akankah kita merasa rugi telah membesarkan anak seperti ini
? Jangan, sekali – kali jangan. Setelah berusaha, saatnya untuk bertawakal.
Inilah pentingnya kita menjaga keikhlashan dalam beramal, termasuk saat
membesarkan anak – anak.
#aJourneyToFourty