Selasa, 10 Maret 2020


*Catatan perjalanan 9

Ada yang menggelitik hati dan pikirku saat mendengar celoteh ibu – ibu arisan soal anak.
“Anak situ sepasang ya, impas bearti. Kalau saya perempuan semua ni, ga balik modal deh…”
“Apalagi ibu A, anaknya banyak, menang banyak deh.”

Serius aku ga paham dengan apa yang dicelotehkan itu. Impas, balik modal, untung rugi, menang banyak? Apa hubungannya dengan jenis kelamin anak ? Hummm, agak terbelakang kalo urusan begini, ahay.

Menurut pendapatku ya, anak itu amanah dari Allah. Baik laki – laki maupun perempuan semua sudah diatur rezekinya masing – masing. Tugas kita adalah menjaga amanah itu sebaik yang kita mampu, agar fitrahnya tetap terjaga.

Memberi pakaian, tempat tinggal, makanan yang halal dan baik, pendidikan yang baik, lingkungan yang baik, dst. Setelah semua upaya kebaikan dilakukan dengan sepenuh daya dan usaha, maka selesai tugas kita. Jangan kemudian mengungkit pemberian kita dan menuntut balas budi dari anak – anak yang dibesarkan.

Adalah harapan semua orang tua untuk memiliki anak yang berbakti. Yang akan menjamin kedua orang tuanya di usia senja. Tapi Leha, ga semua harapan jadi nyata J
Ada kalanya kondisi anak tidak memungkinkan untuk membalas kebaikan orang tuanya karena kehidupan mereka yang sempit, bukan karena tidak mau. Lantas, akankah kita sematkan anak durhaka pada kondisi demikian ? Akankah kita merasa rugi telah membesarkan anak seperti ini ? Jangan, sekali – kali jangan. Setelah berusaha, saatnya untuk bertawakal. Inilah pentingnya kita menjaga keikhlashan dalam beramal, termasuk saat membesarkan anak – anak.

#aJourneyToFourty

Tidak ada komentar:

Posting Komentar