*Catatan
perjalanan 12
Sejak sekolah
dasar, aku biasa mendapat peringkat 3 besar di sekolah. Bahkan sejak kelas 3 SD
aku langganan jadi juara kelas hingga SMA. Semua didapat tidak begitu saja.
Bukan karena kepandaianku yang melebihi teman – teman, melainkan karena aku
punya ibu yang luar biasa.
Beliau mengajari
aku juga semua anaknya semampu yang ia bisa. Yang paling berkesan buatku adalah
beliau tidak pernah memaksa aku harus dapat nilai atau prestasi terbaik. Ibu
hanya meminta aku melakukan yang terbaik yang aku bisa. Dan yang utama, beliau
tidak pernah luput untuk mendoakan keberhasilan dan kebahagiaanku.
Beliau benar –
benar berusaha sekuat tenaga agar aku bisa fokus sekolah dan belajar. Bahkan
sekedar membantu pekerjaan di dapur saja beliau sering melarang, hehehe
akhirnya saat nikah lumayan gagap untuk urusan masak – memasak. Bersyukur banyak
warteg bertebaran, eh.
Merasa mendapat
dukungan penuh maka aku tidak mau menyia-nyiakannya. Berusaha sekuat tenaga
adalah tekadku. Tidak mengeluh saat melihat teman – teman bisa ikut kursus dan
aneka bimbel sementara aku hanya cukup belajar sendiri. Masa sekolah itu
fokusku memang belajar di majlis ilmu, baik di sekolah, madrasah, majlis atau
masjid. Bermain dan menonton TV hanya selingan setelah pekerjaan sekolah
selesai dikerjakan. Terima kasih ibu.
#aJourneyToFourty
Tidak ada komentar:
Posting Komentar