*Catatan
perjalanan 11
Tentang skin care
dan make up.
Melihat saudara
sepupu yang menginap di rumah dengan ritual menjelang tidurnya dengan
pembersih, penyegar dan teman – temannya. Pun demikian saat hendak pergi dengan
ritual alas bedak, lipstick, pensil alis, blush on, dst. Satu komentarku saat
itu, ribet amat jadi cewek ya.
“Nanti kalau kamu
dah besar juga kaya gini, belum aja sekarang mah.” Jawab sepupu saat itu.
“Ga akan, saya mah
simpel aja hehehe.”, jawabku saat itu.
Dan saat SMA
sampai kuliah hanya memakai bedak saja, sesekali (kalau lagi rajin) memakai
pencuci wajah 😊 Meski ibuku sering komen untuk dandan, tapi aku
tidak pernah tergerak untuk memakai lipstick, pensil alis, foundation, dll.
Entahlah, aku cuma berpikir kalau kaum lelaki bisa bebas tampil dengan wajah
polos, kenapa kita kaum wanita harus direpotkan dengan make up untuk bisa
tampil cantik dan percaya diri ?
Aku hanya merasa
tidak perlu menyembunyikan wajah asliku di balik balutan make up, apalagi yang
tebal. Sekedar memulas bedak bayi saja sudah cukup membuat aku kerepotan dengan
tatapan dan perhatian kaum adam, apalagi dengan make up hahaha. Nanti sajalah
kalau suamiku yang meminta. Dan ternyata, suamiku tidak suka melihat aku
berdandan, natural saja, Alhamdulillah.
Jadi, hingga
menjelang 40 kini, aku cukup memulas wajahku dengan bedak dan sedikit lip balm
demi menjaga bibirku tidak kering. Tentu saja rajin mencuci wajah sebelum
tidur, pokoknya no ribet lah, hehehe.
#aJourneyToFourty
Tidak ada komentar:
Posting Komentar