Selasa, 10 Maret 2020


*Catatan perjalanan 11

Tentang skin care dan make up.
Melihat saudara sepupu yang menginap di rumah dengan ritual menjelang tidurnya dengan pembersih, penyegar dan teman – temannya. Pun demikian saat hendak pergi dengan ritual alas bedak, lipstick, pensil alis, blush on, dst. Satu komentarku saat itu, ribet amat jadi cewek ya.
“Nanti kalau kamu dah besar juga kaya gini, belum aja sekarang mah.” Jawab sepupu saat itu.
“Ga akan, saya mah simpel aja hehehe.”, jawabku saat itu.

Dan saat SMA sampai kuliah hanya memakai bedak saja, sesekali (kalau lagi rajin) memakai pencuci wajah 😊 Meski ibuku sering komen untuk dandan, tapi aku tidak pernah tergerak untuk memakai lipstick, pensil alis, foundation, dll. Entahlah, aku cuma berpikir kalau kaum lelaki bisa bebas tampil dengan wajah polos, kenapa kita kaum wanita harus direpotkan dengan make up untuk bisa tampil cantik dan percaya diri ?

Aku hanya merasa tidak perlu menyembunyikan wajah asliku di balik balutan make up, apalagi yang tebal. Sekedar memulas bedak bayi saja sudah cukup membuat aku kerepotan dengan tatapan dan perhatian kaum adam, apalagi dengan make up hahaha. Nanti sajalah kalau suamiku yang meminta. Dan ternyata, suamiku tidak suka melihat aku berdandan, natural saja, Alhamdulillah.
Jadi, hingga menjelang 40 kini, aku cukup memulas wajahku dengan bedak dan sedikit lip balm demi menjaga bibirku tidak kering. Tentu saja rajin mencuci wajah sebelum tidur, pokoknya no ribet lah, hehehe.

#aJourneyToFourty

Tidak ada komentar:

Posting Komentar