Rabu, 25 Maret 2020


*Catatan perjalanan 17

Kenapa pelakor jadi booming ? Terus, semua salah pelakor? Sebagai pecinta keadilan, rasanya ko agak mengganjal jika semua kebehatan hanya dilimpahkan pada sosok pelakor. Bukannya membela, tapi apa iya semua hanya salah si pelakor ?
Bagaimana dengan laki – laki beristri yang membangun hubungan dengan wanita yang disebut pelakor? Bukankah laki – laki ini juga memiliki andil ? Ga mungkin kan hubungan yang ada hanya bertepuk sebelah tangan ?
Lalu apa kabar wanita yang menyebut suaminya tergoda pelakor ? Apakah dia benar – benar bersih dan tak bersalah.
Come on. Kata pak Cahyadi yang konsultan pernikahann itu, ga ada pelakor atau pebinor, yang ada hanya hubungan yang kering antara pasutri. Kalo menurut aku, ya semuanya salah dan punya andil masing – masing. Jadi, stop blamming, no playing victim. Muhasabah, introspeksi, evaluasi trus tobat dan perbaiki diri, jangan bikin dosa baru lagi.

#aJourneyToFourty

Tidak ada komentar:

Posting Komentar