Bait ini coba aku tulis untuk
kemudian ku biarkan dia
kan membacanya
Bait ini adalah tentang suara
nan hingar dalam nuansa jiwa
tentang sebuah penerimaan jua
harapan atas dia
Dia adalah suamiku yang telah
meminang dengan Hamdalah
bersama tuntunan rahmah
Dia adalah suamiku yang telah
bersaksi dengan nama Illah
dengan wali Rasululloh tercinta
dengan persaksian para malaikatNYA
Dialah suamiku,
yang pertama kali menghampiri diri seraya berkata
semoga Allah memberkahi pertemuan kita
Dialah suami yang slalu siap sedia
membuka dada
Gar dapat berlabuh ini jiwa
Dialah suami yang telah dan selalu
membimbing diri dalam
menata laku jua kalbu
Dia – lah suami yang begitu sabar
menuntun dalam perjalanan
begitu peka dalam memberi nasihat
dalam mengarungi bahtera kehidupan
Dia suami yang akan selalu
aku cinta dan hormati
atas izin Illahi Robbi
Dia suamiku,
yang pandai memuji payah diri meski tak seberapa
Dia juga suamiku,
yang kan marah bila aku mengkhianati diri dan Tuhannya
Dia, suamiku yang slalu bersama
menapaki jalan para syuhada
Dalam rajutan cinta penuh nuansa
tuju cinta hakiki penguasa alam raya
Yaah … dia adalah suamiku
yang menerima aku apa adanya
karena memang aku
begini adanya
Ku katakan padamu duhai suamiku
Betapa hati ini penuh rindu jua malu akan – mu
Dan kini ku tanyakan padamu
tentang rasa hati atas diriku.
(mengenang 9 tahun pernikahanku … Syawal 1422 – Syawal 1431)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar