Sabtu, 29 Februari 2020

*Catatan perjalanan 2

Bosen ga sih yah saban tahun ngeributin soal jumlah rakaat sholat tarawih, tentang qunut sholat subuh, tentang maulid, tahlil dan seterusnya dan seterusnya. Alih – alih membangun kekuatan ummat malah memboroskan energi untuk memperuncing perbedaan.

Kenapa kita ga belajar dari imam 4 madzhab yang bisa rukun dalam perbedaan? Kalau mereka rahimakumullah dengan segenap keluasan ilmu dan hikmahnya bisa begitu santuy menghadapi perbedaan pandangan, kenapa kita yang ilmunya secetek saluran air di depan rumah mesti jumawa dan menganggap sesat orang yang berbeda dengan kita?

Selama masih memegang AlQur’an dan Sunnah sebagai pedoman hidup maka kita bersaudara, yang kata baginda nabi ibarat satu tubuh, ga boleh tersakiti dengan tangan atau lisan kita. Maka bekerjasamalah untuk mengajak ummat kepada Allah, bukan kepada golongan, hiks.
Maka bersikap lembutlah dan berkasih sayanglah seperti perintah Allah di AlQur’an surat Muhammad ayat 29. Jangan dibalik, berkasih sayang dan berlapang dada terhadap kaum kafir dank eras terhadap sesama muslim, hadeuh!

Ayo kita belajar lebih giat lagi, agar semakin mudah berlapang dada, ga merasa bener sendiri, tidak seperti katak dalam tempurung, hahaha.


#aJourneyToFourty

Tidak ada komentar:

Posting Komentar