*Catatan
perjalanan 2
Bosen ga sih yah saban tahun ngeributin soal jumlah
rakaat sholat tarawih, tentang qunut sholat subuh, tentang maulid, tahlil dan
seterusnya dan seterusnya. Alih – alih membangun kekuatan ummat malah
memboroskan energi untuk memperuncing perbedaan.
Kenapa kita ga belajar dari imam 4 madzhab yang bisa
rukun dalam perbedaan? Kalau mereka rahimakumullah dengan segenap keluasan ilmu
dan hikmahnya bisa begitu santuy menghadapi perbedaan pandangan, kenapa kita
yang ilmunya secetek saluran air di depan rumah mesti jumawa dan menganggap
sesat orang yang berbeda dengan kita?
Selama masih memegang AlQur’an dan Sunnah sebagai
pedoman hidup maka kita bersaudara, yang kata baginda nabi ibarat satu tubuh,
ga boleh tersakiti dengan tangan atau lisan kita. Maka bekerjasamalah untuk
mengajak ummat kepada Allah, bukan kepada golongan, hiks.
Maka bersikap lembutlah dan berkasih sayanglah
seperti perintah Allah di AlQur’an surat Muhammad ayat 29. Jangan dibalik,
berkasih sayang dan berlapang dada terhadap kaum kafir dank eras terhadap
sesama muslim, hadeuh!
Ayo kita belajar lebih giat lagi, agar semakin mudah
berlapang dada, ga merasa bener sendiri, tidak seperti katak dalam tempurung,
hahaha.
#aJourneyToFourty
Tidak ada komentar:
Posting Komentar