Sabtu, 29 Februari 2020

*Catatan perjalanan 3

Berita wafatnya seorang aktor pagi itu sangat mengejutkan. Meski tidak pernah tertarik untuk mencermati kehidupan para selebriti, tapi berita pagi itu sangat menarik perhatianku. Rasa tak percaya menggelayut, betapa maut sangat dekat dan tak terduga. Inna lillahi wa inna ilaihi rojiuun.

Tutup mata di usia 40, meninggalkan seorang istri dan seorang anak. Rupanya ini yang membuat aku tersirap. Usiaku sebentar lagi mencapai 40. Maut terasa sangat dekat, apa kabar amal untuk bekalku nanti ?
Tak sanggup rasanya membayangkan kepedihan istri yang ditinggalkan. Rasa sedih itu menyergapku. Membayangkan ada di posisi itu, sanggupkah ?

Pada akhirnya aku harus menyiapkan diri. Meninggalkan atau ditinggalkan, apapun realitanya mesti siap untuk menerima dan menjalaninya, semata dalam taat dan ketundukan atas takdir Sang Penguasa Raya, Allah swt.

Jadi teringat di setiap momen melahirkan, selalu ku minta suamiku tuk berjanji segera mencari istri yang akan menggantikankku mengurus anak – anak juga dirinya, kala aku tak mampu bertahan dalam proses persalinan. Setiap kali pula ia menolak dan setiap kali aku berhasil membuatnya berjanji.  
Pernah ia meminta janji yang sama untuk aku ucapkan, namun aku tak mampu. Rasanya lebih siap untuk meneruskan perjalanan seorang diri daripada membuka kembali hati yang sepenuhnya terisi.


#aJourneyToFourty

Tidak ada komentar:

Posting Komentar