*Catatan
perjalanan 3
Berita wafatnya seorang aktor pagi itu sangat
mengejutkan. Meski tidak pernah tertarik untuk mencermati kehidupan para
selebriti, tapi berita pagi itu sangat menarik perhatianku. Rasa tak percaya
menggelayut, betapa maut sangat dekat dan tak terduga. Inna lillahi wa inna
ilaihi rojiuun.
Tutup mata di usia 40, meninggalkan seorang istri dan
seorang anak. Rupanya ini yang membuat aku tersirap. Usiaku sebentar lagi
mencapai 40. Maut terasa sangat dekat, apa kabar amal untuk bekalku nanti ?
Tak sanggup rasanya membayangkan kepedihan istri yang
ditinggalkan. Rasa sedih itu menyergapku. Membayangkan ada di posisi itu,
sanggupkah ?
Pada akhirnya aku harus menyiapkan diri. Meninggalkan
atau ditinggalkan, apapun realitanya mesti siap untuk menerima dan
menjalaninya, semata dalam taat dan ketundukan atas takdir Sang Penguasa Raya,
Allah swt.
Jadi teringat di setiap momen melahirkan, selalu ku
minta suamiku tuk berjanji segera mencari istri yang akan menggantikankku
mengurus anak – anak juga dirinya, kala aku tak mampu bertahan dalam proses
persalinan. Setiap kali pula ia menolak dan setiap kali aku berhasil membuatnya
berjanji.
Pernah ia meminta janji yang sama untuk aku ucapkan,
namun aku tak mampu. Rasanya lebih siap untuk meneruskan perjalanan seorang
diri daripada membuka kembali hati yang sepenuhnya terisi.
#aJourneyToFourty
Tidak ada komentar:
Posting Komentar