Sabtu, 29 Februari 2020

*Catatan perjalanan 6

Sikap dinginku membuat kakak kesayanganku yang sering memproklamirkan dirinya mirip Charles BS (aktor yang kerap tampil di TV kala itu) dan Andy Lau (pemeran Yoko dalam serial Return of the condor heroes, kelihatan deh tuanya akyu hihihi), gerah. Dia ingin aku mengikuti jejaknya yang sudah beberapa kali berganti pacar (ups). Dengan santuy kala itu aku jawab, “jangan khawatir … aku ga pacaran bukan berarti aku ga punya rasa cinta. Aku Cuma ga mau buang waktu. Bukan juga karena ga ada cowok yang tertarik padaku, helllooow aku ini juara kelas banyaklah yang naksir aku. Jadi, santai brader.”

Jawabanku bikin doi kezel, sampe doi bikin kontes tentang setenar apa aku dibanding dia yang ganteng (menurut dirinya loh ya, hahahaha). Dan kontesnya adalah dihitung dari berapa banyak telepon rumah yang berdering, siapa yang paling banyak dapat telepon jadi juara. Plus siapa yang paling banyak dapat kartu ucapan lebaran yang diantar pak pos. Deal jawabku dengan penuh keyakinan bahwa akulah yang akan menjadi juara. Dan memang akhirnya akulah juaranya. Kontes macam apa ini? xixixixi.

Menyadari kalah tenar, ia tak lagi mengusikku soal cinta dan pacaran. Hilang sudah kekhawatirannya bahwa aku akan jadi perawan tua (ish lebaynya dirimu brader). E tapi dia mulai berusaha mengenalkan temannya padaku. Di bawanyalah ke rumah teman – temannya yang menurut dia sesuai seleraku. Dia tahu kalau aku suka banget sama cowok – cowok yang suara ngaji dan adzannya merdu, sholat lima waktu di mushola atau masjid, smart dan agamais. No thanks brader aku cuma bersedia menyuguhkan hidangan, tidak lebih. Tumpukan buku lebih menarik daripada menimpali obrolan teman – temanmu. 

Bersyukur orang tuaku tidak mempermasalahkan sikapku. Bahkan ibu bisa santai saat ada tetangga yang berkomentar miring,”Bu, anaknya dah kuliah ko belum punya pacar? Nanti lama nikahnya loh.” “Biarin aje deh maunye die begitu. Saya juga kuatir liat anak jaman sekarang yang pada pacaran kebanyakan pada hamil duluan.” Jleb, closingnya maknyus, sedep beud … two thumb up mommy ;-)

Kalau dipikir, garing juga sih kayanya ya. Hidup cuma di seputaran sekolah (kampus) – rumah aja, monoton. Beneran ga ada ketertarikan dengan cowok – cowok yang bertebaran di muka bumi? Ssssst, ya pasti ada dong, tapi semua under control, hehhehe. Sebatas tertarik lalu sudah, lewat dan terlupakan, tidak dipupuk dan dipelihara rasanya. Soalnya berat, biar orang lain aja yang merasakan. Aku mah cukup berat dengan ujian kalkulus kala itu, hiks. Urusan cinta, jodoh dan teman - temannya semua diserahkan kepada Allah. Saat itu aku yakin bahwa Allah sudah mengatur dan menyiapkan semua, aku tinggal menjalankan saja. Aku cuma merasa perlu taat, karena Allah tidak akan pernah menyia –nyiakan hambaNya yang taat. Selesai.


#aJourneyToFourty

Tidak ada komentar:

Posting Komentar