*Catatan
perjalanan 6
Sikap dinginku membuat
kakak kesayanganku yang sering memproklamirkan dirinya mirip Charles BS (aktor
yang kerap tampil di TV kala itu) dan Andy Lau (pemeran Yoko dalam serial
Return of the condor heroes, kelihatan deh tuanya akyu hihihi), gerah. Dia
ingin aku mengikuti jejaknya yang sudah beberapa kali berganti pacar (ups).
Dengan santuy kala itu aku jawab, “jangan khawatir … aku ga pacaran bukan
berarti aku ga punya rasa cinta. Aku Cuma ga mau buang waktu. Bukan juga karena
ga ada cowok yang tertarik padaku, helllooow aku ini juara kelas banyaklah yang
naksir aku. Jadi, santai brader.”
Jawabanku bikin doi
kezel, sampe doi bikin kontes tentang setenar apa aku dibanding dia yang
ganteng (menurut dirinya loh ya, hahahaha). Dan kontesnya adalah dihitung dari
berapa banyak telepon rumah yang berdering, siapa yang paling banyak dapat
telepon jadi juara. Plus siapa yang paling banyak dapat kartu ucapan lebaran
yang diantar pak pos. Deal jawabku dengan penuh keyakinan bahwa akulah yang
akan menjadi juara. Dan memang akhirnya akulah juaranya. Kontes macam apa ini?
xixixixi.
Menyadari kalah tenar,
ia tak lagi mengusikku soal cinta dan pacaran. Hilang sudah kekhawatirannya
bahwa aku akan jadi perawan tua (ish lebaynya dirimu brader). E tapi dia mulai
berusaha mengenalkan temannya padaku. Di bawanyalah ke rumah teman – temannya
yang menurut dia sesuai seleraku. Dia tahu kalau aku suka banget sama cowok –
cowok yang suara ngaji dan adzannya merdu, sholat lima waktu di mushola atau
masjid, smart dan agamais. No thanks brader aku cuma bersedia menyuguhkan
hidangan, tidak lebih. Tumpukan buku lebih menarik daripada menimpali obrolan
teman – temanmu.
Bersyukur orang tuaku
tidak mempermasalahkan sikapku. Bahkan ibu bisa santai saat ada tetangga yang
berkomentar miring,”Bu, anaknya dah kuliah ko belum punya pacar? Nanti lama
nikahnya loh.” “Biarin aje deh maunye die begitu. Saya juga kuatir liat anak
jaman sekarang yang pada pacaran kebanyakan pada hamil duluan.” Jleb,
closingnya maknyus, sedep beud … two thumb up mommy ;-)
Kalau dipikir, garing juga sih kayanya ya. Hidup cuma
di seputaran sekolah (kampus) – rumah aja, monoton. Beneran ga ada ketertarikan
dengan cowok – cowok yang bertebaran di muka bumi? Ssssst, ya pasti ada dong,
tapi semua under control, hehhehe. Sebatas tertarik lalu sudah, lewat dan
terlupakan, tidak dipupuk dan dipelihara rasanya. Soalnya berat, biar orang
lain aja yang merasakan. Aku mah cukup berat dengan ujian kalkulus kala itu,
hiks. Urusan cinta, jodoh dan teman - temannya semua diserahkan kepada Allah.
Saat itu aku yakin bahwa Allah sudah mengatur dan menyiapkan semua, aku tinggal
menjalankan saja. Aku cuma merasa perlu taat, karena Allah tidak akan pernah
menyia –nyiakan hambaNya yang taat. Selesai.
#aJourneyToFourty
Tidak ada komentar:
Posting Komentar