*Catatan
perjalanan 4
Sejak
SMP, aku mulai mengikuti pengajian kaum ibu di majlis ta’lim dekat rumah.
Kenapa gabung sama ibu – ibu belajarnya, tanyaku kala itu. Ibu hanya menjawab
karena ga ada lagi pengajian yang sesuai dengan jadwal sekolahku. Hiks.
Awalnya
berniat belajar, aku malah mendapat tugas membantu ustadzah mengajar mengaji
ibu – ibu lanjut usia, sabaaaaar. Satu yang ku ingat hingga kini, setiap pamit
pulang dan mencium tangan ustadzah, beliau selalu mendoakan : “Moga enteng
jodoh ya, neng.” Hatiku mengaminkan seraya menambahkan moga jodohku datang
setelah kuliahku beres dan kerjaanku mapan, hehehehe.
Begitulah
doa ustadzah. Target menikah di usia 25 nyatanya lebih cepat 3 tahun 1 bulan.
Agustus
tukar biodata, September ta’aruf, Oktober khitbah dan menikah di Januari,
Alhamdulillah. Masih kuliah nyambi kerja juga.
#aJourneyToFourty
Tidak ada komentar:
Posting Komentar