Sabtu, 29 Februari 2020

*Catatan perjalanan 4

Sejak SMP, aku mulai mengikuti pengajian kaum ibu di majlis ta’lim dekat rumah. Kenapa gabung sama ibu – ibu belajarnya, tanyaku kala itu. Ibu hanya menjawab karena ga ada lagi pengajian yang sesuai dengan jadwal sekolahku. Hiks.

Awalnya berniat belajar, aku malah mendapat tugas membantu ustadzah mengajar mengaji ibu – ibu lanjut usia, sabaaaaar. Satu yang ku ingat hingga kini, setiap pamit pulang dan mencium tangan ustadzah, beliau selalu mendoakan : “Moga enteng jodoh ya, neng.” Hatiku mengaminkan seraya menambahkan moga jodohku datang setelah kuliahku beres dan kerjaanku mapan, hehehehe.

Begitulah doa ustadzah. Target menikah di usia 25 nyatanya lebih cepat 3 tahun 1 bulan.
Agustus tukar biodata, September ta’aruf, Oktober khitbah dan menikah di Januari, Alhamdulillah. Masih kuliah nyambi kerja juga.


#aJourneyToFourty

Tidak ada komentar:

Posting Komentar