Minggu, 02 Agustus 2020

Teman Sehati * Best Friend Forever

 

Da’wah itu aktif di organisasi

 

                Pekan pertama sekolah di tahun ajaran baru, kegiatan ekskul belum sepenuhnya berjalan. Begitu juga di ROHIS. Hanya terlihat kesibukan pengurus menyiapkan suksesi kepengurusan juga laporan pertanggungjawaban. Hari Jum’at biasaanya digunakan pengurus ROHIS untuk kegiatan mentoring dan pembinaan, namun kali ini diganti dengan syuro atau musyawarah antara pembina yaitu ka Addinul, ketua dan pengurus ROHIS serta beberapa anggota yang diundang.

                Syuro dilangsungkan di sekretariat ROHIS yang baru, tepatnya di lantai tiga bangunan sekolah, persis di sebelah kanan tangga. Ruang berukuran enam kali lima meter itu dibag menjadi dua bagian, menggunakan lemari buku dan tempat menyimpan dokumen. Dari pintu masuk terbentang karpet hijau, tempat untuk para ikhwan. Di sebelahnya yang tertutup sepruh kain dan separuh lemari adalah ruang untuk akhwat.  

                Tampak hadir di barisan akhwat ketua keputrian ka’ Shinta bersama jajaran pengurus akhwat. Anggota yang diundang ada Pupu, Nunun dan Ama. Sementara di barisan ikhwan juga sudah hadir ka Addi selaku pembina, ka Luthfi sebagai ketua ROHIS serta jajarannya. Anggota yang hadir hanya Ismoyo dan Arif.

                Setelah mundur tiga puluh menit dari waktu yang direncanakan, akhirnya syuro dimulai. Ka’ Fauzi bertindak sebagai pembawa acara memandu hadirin membaca basmalah sebagai tanda syuro dimulai. Dilanjutkan dengan tilawah yang dibacakan oleh ka Rusman, ketua ROHIS sebelum ka Luthfi. Lalu masuk acara inti yang dibawakan oleh sang pembina.

            Bismillahirrohmanrrohiim. Asalamu’alaikum warohmatullohi wa barokatuh. Innalhamdalillahi Nahmaduhu wanasta’inu wanastaghfiruhu wana’udzubillahi min syuruuri anfusinaa wamin sayyiaati a’maalina. Man yahdillah falaa mudhillalahu wamin yudhillhu falaa haadiyalahu. Allohumma solli wasalim ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa’alaa alihi wasohbihi ajma’ina amma ba’du.

Kami panjatkan segala puji kepada-Nya dan kami mohon pertolongan-Nya. Seraya memohon ampun dan perlindungan-Nya dari segala keburukan jiwa-ku dan kejelekan amaliahku. Barang siapa telah Yang Maha kuasa berikan petunjuk jalan baginya, maka tidak ada yang bisa menyesatkannya. Dan barang siapa yang telah Yang Mahakuasa sesatkan jalannya, maka tiada yang bisa memberinya petunjuk. Ya Yang Mahakuasa limpahkanlah salawat dan salam bagi Muhammad SAW, keluarga dan sahabat-sahabatnya.”

                “Adik – adik semua, Alhamdulillah pada hari Jum’at yang penuh berkah ini kita bisa melangsungkan syuro dalam rangka suksesi keepemimpinan di sekolah kita, khususnya di ekskul ROHIS dan juga OSIS, tentunya. Sebelum masuk ke sana, ana mau bercerita tentang kisah racing antara  kura – kura dan kelinci. Yang kita tahu selama ini kan race atau balap lari yang terlihat sangat tidak imbang itu dimenangkan oleh kura – kura. Namun ternyata kisah itu ada lanjutannya, racing seri 2, 3 dan 4, hehehehe.”

                “Jadi di seri kedua kelinci mengambil pelajaran untuk tidak menyepelekan lawan tandingnya. Kelinci langsung gaspol sejak garis start dan tentu saja memenangkan pertandingan. Kura – kura ga mau kalah. Dengan niat mempertahankan pretasi, dia tantang kelinci untuk mengganti rute pertandingan. Tanpa pikir panjang, kelinci mengiyakan. Dia tidak tahu kalau jalur baru yang dipilih si kura – kura, terdapat sungai membentang. Alhasil, kelinci harus memutar arah yang jauh untuk sampai garis finish. Dua satu untuk kura – kura, ye kan ? Terakhir, saat mereka beristirahat muncullah ide brilian untuk mengalahkan record tercepat sampai di garis finish. Bagaimana caranya ? Mereka bersinergi di track kedua yang dipilih kura – kura. Saat di darat, kelinci membonceng kura – kura di punggungnya. Sampai di sungai, gantian ia yang dibonceng. Finally, record baru dipecahkan. Gitu ceritanya.”

                “Lalu, apa ibroh yang bisa diambl dari kisah ini ? Silakan keluarkan pendapatnya, giliran ya dari kanan saya nih, ka Luhfi, ayo ...”

“Sinergi, ka.”

“Tiap kita punya potensi “

“Jangan lengah”

“Jangan terburu – buru”

“Tetap semangat mesti kalah”

“Jangan putus asa”

“Oke stop dulu, gantian akhwatnya ya. Ayo siapa yang bisa menambahkan apa hikmah dari kisah tadi?”

“Positioning”

“serahkan amanah pada ahlinya”

“Pantang menyerah”

“Jeli baca situasi”

                “Baik, Alhamdulillah. Senang sekali membersamai adik – adik yang penuh semangat di ruangan ini. Iya, itu semua ibroh atau hikmah yang bisa kita petik dari kisah ini. Begitu juga dengan kita di organisasi sekolah seperti OSIS dan ROHIS yang perlu kita tata agar terjalin sinergi yang harmoni terutama dalam upaya kita menyeru teman – teman di sini kepada Allah. Ada pertanyaan dari akhwaat yang sampai ke ana. Kalau ROHIS oke lah, tapi kenapa kita harus sibuk di OSIS juga ? Pertanyaan ini bagus sekali, siapa yang tanya Dew ?”

“Ama, kak” sahut ka Dewina.

“Masya Allah, Ama ini satu anggota yang cukup aktif dan kritis ya. Beberapa kali pertanyaannya sampa ke ana, melalui ketua keputrian. Jad begini ya, Ama, juga adik – adik sekalian ...”

                Ka Addi menjelaskan panjang lebar tentang mengapa anak ROHIS perlu terlibat aktif di OSIS ? Setelah penjelasan selesai.Agenda dilanjutkan dengan menginformasikan pemetaan anggota yang akan akti di ROHIS maupun di OSIS.

“Maaf, ka, izin bertanya” Ama yang diproyeksikan maju ke jajaran pengurusan OSIS bersama Nunun juga Arif mengajukan tanya.

“Silakan Ama”

“Kenapa saya di OSIS? Apa pertimbangannya ? Padahal saya nyaman banget di ROHIS, saya sudah punya banyak rencana untuk saya curahkan di sini.”

“Karena potensi kamu sesuai untuk di OSIS. Kamu tentu paham cerita tadi kan ?“

“Paham, kak. Tapi apa saya ga boleh memilih mau ada di mana?”

“Ini kan kita sedang syuro, kita putuskan di sini. Kalau keberatan kamu disetujui insya Allah bisa dibuat keputuan yang berbeda.”

“Kalau boleh memilih si, saya ingin di ROHIS aja, saya nyaman di sini.”

“Maaf ka, izin menanggapi.” Terdengar suara ka Rusman

“Silakan akhi.”

“Menurut ana, Ama sudah pas di OSIS. Dia kan lugas, tegas juga berani. Waktu baru masuk aja dia bisa tuh menghadap dan berargumen di depan pejabat sekolah tanpa beban, sampai dapat standing applause dari kepala sekolah. Sementara untuk rasa nyaman kan bisa diusahakan, makanya ada Nunun yang juga ikut masuk ke OSIS. Nah, untuk calon ketua ana minta tolong akh Arif bersedia. Nanti untuk pencalonan, kita majukan Ama dan Arif, gimana?”

Hening

“Ama, ada pendapat, yang lain?”

“Kalau memang itu yang terbaik, ya saya pssrah deh. Saya dengar dan saya taat.” Jawab Ama.

“Yang lain bagaimana ? Arif, ismoyo ?”

                Baik ya, sebelum ana akhiri dengan salam ana simpulkan beberapa hal, yaitu :

Satu, bahwa da’wah atau menyeru kepada Allah bisa dilakukan dengan ragam cara, termasuk di dalamnya dengan keaktifan kita di organisasi. Tdak melulu da’wah itu identik dengan kita ceramah di atas mimbar.

Dua, untuk ROHIS kita majukan Ismoyo sebagai ketua dan Pupu sebagai Kaput

Tiga, untuk OSIS kita naikkan Arif, Ama dan Nunun. Posisi sesuai hasil pemilihan pasca LDKS kelak.

Ana kembalikan kepada pembawa acara, wassalamu ‘alaikum warohmatullohi wa baroktuh.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar