Teman
Sehati * Best Friend Forever
Da’wah itu aktif di organisasi
Pekan
pertama sekolah di tahun ajaran baru, kegiatan ekskul belum sepenuhnya
berjalan. Begitu juga di ROHIS. Hanya terlihat kesibukan pengurus menyiapkan
suksesi kepengurusan juga laporan pertanggungjawaban. Hari Jum’at biasaanya
digunakan pengurus ROHIS untuk kegiatan mentoring dan pembinaan, namun kali ini
diganti dengan syuro atau musyawarah antara pembina yaitu ka Addinul, ketua dan
pengurus ROHIS serta beberapa anggota yang diundang.
Syuro
dilangsungkan di sekretariat ROHIS yang baru, tepatnya di lantai tiga bangunan
sekolah, persis di sebelah kanan tangga. Ruang berukuran enam kali lima meter
itu dibag menjadi dua bagian, menggunakan lemari buku dan tempat menyimpan dokumen.
Dari pintu masuk terbentang karpet hijau, tempat untuk para ikhwan. Di
sebelahnya yang tertutup sepruh kain dan separuh lemari adalah ruang untuk
akhwat.
Tampak
hadir di barisan akhwat ketua keputrian ka’ Shinta bersama jajaran pengurus
akhwat. Anggota yang diundang ada Pupu, Nunun dan Ama. Sementara di barisan
ikhwan juga sudah hadir ka Addi selaku pembina, ka Luthfi sebagai ketua ROHIS
serta jajarannya. Anggota yang hadir hanya Ismoyo dan Arif.
Setelah
mundur tiga puluh menit dari waktu yang direncanakan, akhirnya syuro dimulai. Ka’
Fauzi bertindak sebagai pembawa acara memandu hadirin membaca basmalah sebagai
tanda syuro dimulai. Dilanjutkan dengan tilawah yang dibacakan oleh ka Rusman,
ketua ROHIS sebelum ka Luthfi. Lalu masuk acara inti yang dibawakan oleh sang
pembina.
“Bismillahirrohmanrrohiim. Asalamu’alaikum warohmatullohi wa
barokatuh. Innalhamdalillahi Nahmaduhu
wanasta’inu wanastaghfiruhu wana’udzubillahi min syuruuri anfusinaa wamin
sayyiaati a’maalina. Man yahdillah falaa mudhillalahu wamin yudhillhu falaa
haadiyalahu. Allohumma solli wasalim ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa’alaa alihi
wasohbihi ajma’ina amma ba’du.
“Adik
– adik semua, Alhamdulillah pada hari Jum’at yang penuh berkah ini kita bisa
melangsungkan syuro dalam rangka suksesi keepemimpinan di sekolah kita,
khususnya di ekskul ROHIS dan juga OSIS, tentunya. Sebelum masuk ke sana, ana
mau bercerita tentang kisah racing antara kura – kura dan kelinci. Yang kita tahu selama
ini kan race atau balap lari yang terlihat sangat tidak imbang itu dimenangkan
oleh kura – kura. Namun ternyata kisah itu ada lanjutannya, racing seri 2, 3
dan 4, hehehehe.”
“Jadi
di seri kedua kelinci mengambil pelajaran untuk tidak menyepelekan lawan tandingnya.
Kelinci langsung gaspol sejak garis start dan tentu saja memenangkan pertandingan.
Kura – kura ga mau kalah. Dengan niat mempertahankan pretasi, dia tantang
kelinci untuk mengganti rute pertandingan. Tanpa pikir panjang, kelinci
mengiyakan. Dia tidak tahu kalau jalur baru yang dipilih si kura – kura, terdapat
sungai membentang. Alhasil, kelinci harus memutar arah yang jauh untuk sampai garis
finish. Dua satu untuk kura – kura, ye kan ? Terakhir, saat mereka beristirahat
muncullah ide brilian untuk mengalahkan record tercepat sampai di garis finish.
Bagaimana caranya ? Mereka bersinergi di track kedua yang dipilih kura – kura.
Saat di darat, kelinci membonceng kura – kura di punggungnya. Sampai di sungai,
gantian ia yang dibonceng. Finally, record baru dipecahkan. Gitu ceritanya.”
“Lalu,
apa ibroh yang bisa diambl dari kisah ini ? Silakan keluarkan pendapatnya,
giliran ya dari kanan saya nih, ka Luhfi, ayo ...”
“Sinergi, ka.”
“Tiap kita punya potensi “
“Jangan lengah”
“Jangan terburu – buru”
“Tetap semangat mesti kalah”
“Jangan putus asa”
“Oke stop dulu, gantian akhwatnya ya. Ayo siapa yang
bisa menambahkan apa hikmah dari kisah tadi?”
“Positioning”
“serahkan amanah pada ahlinya”
“Pantang menyerah”
“Jeli baca situasi”
“Baik,
Alhamdulillah. Senang sekali membersamai adik – adik yang penuh semangat di
ruangan ini. Iya, itu semua ibroh atau hikmah yang bisa kita petik dari kisah
ini. Begitu juga dengan kita di organisasi sekolah seperti OSIS dan ROHIS yang
perlu kita tata agar terjalin sinergi yang harmoni terutama dalam upaya kita
menyeru teman – teman di sini kepada Allah. Ada pertanyaan dari akhwaat yang
sampai ke ana. Kalau ROHIS oke lah, tapi kenapa kita harus sibuk di OSIS juga ?
Pertanyaan ini bagus sekali, siapa yang tanya Dew ?”
“Ama, kak” sahut ka Dewina.
“Masya Allah, Ama ini satu anggota yang cukup aktif
dan kritis ya. Beberapa kali pertanyaannya sampa ke ana, melalui ketua
keputrian. Jad begini ya, Ama, juga adik – adik sekalian ...”
Ka
Addi menjelaskan panjang lebar tentang mengapa anak ROHIS perlu terlibat aktif
di OSIS ? Setelah penjelasan selesai.Agenda dilanjutkan dengan menginformasikan
pemetaan anggota yang akan akti di ROHIS maupun di OSIS.
“Maaf, ka, izin bertanya” Ama yang diproyeksikan maju
ke jajaran pengurusan OSIS bersama Nunun juga Arif mengajukan tanya.
“Silakan Ama”
“Kenapa saya di OSIS? Apa pertimbangannya ? Padahal
saya nyaman banget di ROHIS, saya sudah punya banyak rencana untuk saya
curahkan di sini.”
“Karena potensi kamu sesuai untuk di OSIS. Kamu tentu
paham cerita tadi kan ?“
“Paham, kak. Tapi apa saya ga boleh memilih mau ada
di mana?”
“Ini kan kita sedang syuro, kita putuskan di sini.
Kalau keberatan kamu disetujui insya Allah bisa dibuat keputuan yang berbeda.”
“Kalau boleh memilih si, saya ingin di ROHIS aja,
saya nyaman di sini.”
“Maaf ka, izin menanggapi.” Terdengar suara ka Rusman
“Silakan akhi.”
“Menurut ana, Ama sudah pas di OSIS. Dia kan lugas,
tegas juga berani. Waktu baru masuk aja dia bisa tuh menghadap dan berargumen
di depan pejabat sekolah tanpa beban, sampai dapat standing applause dari
kepala sekolah. Sementara untuk rasa nyaman kan bisa diusahakan, makanya ada
Nunun yang juga ikut masuk ke OSIS. Nah, untuk calon ketua ana minta tolong akh
Arif bersedia. Nanti untuk pencalonan, kita majukan Ama dan Arif, gimana?”
Hening
“Ama, ada pendapat, yang lain?”
“Kalau memang itu yang terbaik, ya saya pssrah deh.
Saya dengar dan saya taat.” Jawab Ama.
“Yang lain bagaimana ? Arif, ismoyo ?”
Baik
ya, sebelum ana akhiri dengan salam ana simpulkan beberapa hal, yaitu :
Satu, bahwa da’wah atau menyeru kepada Allah bisa
dilakukan dengan ragam cara, termasuk di dalamnya dengan keaktifan kita di
organisasi. Tdak melulu da’wah itu identik dengan kita ceramah di atas mimbar.
Dua, untuk ROHIS kita majukan Ismoyo sebagai ketua
dan Pupu sebagai Kaput
Tiga, untuk OSIS kita naikkan Arif, Ama dan Nunun.
Posisi sesuai hasil pemilihan pasca LDKS kelak.
Ana kembalikan kepada pembawa acara, wassalamu ‘alaikum
warohmatullohi wa baroktuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar