Teman
Sehati * Best Friend Forever
Pemilihan ketua OSIS
Tahun
ajaran baru telah berjalan tiga pekan. Kegiatan belajar belajar sudah
sepenuhnya berjalan normal. Termasuk hiruk piikuk kegiatan organisasi siswa
baik intra maupun ekstra kurikuler.
“Ama, lo jadi maju nyalon jadi ketua OSIS ?, tanya
saat Ama tengah sibuk mengisi formulir pendaftaran calon pengurus OSIS.
“Iya, Insya Allah. Bantuin ya”
“Siap, ntar gue sama anak – anak cheer siap
meramaikan suasana kampanye, hehehe.”
“Serius, Ma?” tiba – tiba Ahmad dan Amal ikut
bersuara.
“Wah, saingan sama Arif dong ya ...” imbuh Ahmad.
“Kenapa ga pasangan aja, ketua dan wakil gitu ?”
tanya Amal.
“Iya, bener juga tuh” tambah Angel.
“Ya, ini kan kita cuma diminta mengisi formulir dulu,
nanti posisi sebagai ketua, wakil, sekretaris atau bendahara yang menentukan
pembina juga pengurus saat ini, melihat dari rangkaian tes yang ada. Artinya
dengan ngisi formulir ini kita siap di posisi mana aja.” Terang Ama.
“Emang gitu Rif ?” Tanya Ahmad kepada Arif yang baru
saja menempati kursinya.
“Apaan yang gimana ? Afwan ana baru datang belum copy.
Emang lagi pada bahas apa si ?”
“Pemilihan ketua OSIS.” Jawab Amal
“Oh”
“Tadi kata Ama yang menentukan posisi di kepengurusan
adalah pembina dan jajaran pengurus saat ini berdasarkan hasil seleksi.” Ahmad
menjelaskan.
“Iya, emang gitu.”
“Ih, jawabnya dikit amat. Kalau jadi ketua OSIS nanti
jangan hemat bicaranya ya.”, goda Angel. Arif hanya tersenyum dengan tetap
menundukkan pandangannya.
“Nah, coba tuh masa ntar jadi ketua OSIS nunduuuuk
mulu, gimana mau asik coba.” Protes Angel. Ama hanya tersenyum mendengar
celoteh Angel, meski hatinya juga sibuk berdiskusi.
Aduh please dong Arif jangan kikuk gitu, Kamu ini ya kelihatan banget
ga gaulnya sih. Mbo yo belajar gitu ama Ahmad yang suka tebar pesona itu. Ini
mah bisa jadi PR bua aku kalau sampe kamu jadi ketua OSIS ye kan. Dah kebayang
deh tugas aku tuh buat jagain kamu dari godaan cewek – cewek jahil, hadeuh ...
Ada lagi ikhwan model gini ya,ups. Ama
Ya
Allah, baru ngisi formulir aja sudah harus berurusan dengan makhluk bernama
wanita. Gimana ya? Dari awal masuk SMA munya ga aktif ini malah diamanahkan
masuk OSIS. Astaghfirullah. Semoga Ama dan Nunun bisa menutupi saat harus
berinteraksi dengan perempuan. Ampun ya, Allah. Arif.
Kayanya Ama dan Arif akan banyak berinteraksi nih. Ko jadi cemburu gue
ya ? Kenapa ga maju juga ya, masuk dalam kepengurusan OSIS biar bisa
berdampingan terus dengan Ama. Tapi kemarin gue udah diminta untuk bantu di
kepengurusan ROHIS sama Ismoyo dan Amal. Hadeuh. Enak banget tuh nanti si Arif,
pasti deh jadiin Ama sebagai tameng, secara Ama kan galak. Oh Ama. Semoga kamu
bisa tetap teguh pada prinsipmu ya, tidak mau berurusan dengan asmara, hanya
persahabatan yang bisa kamu berikan saat ini. Ahmad.
Proses
pendaftaran calon pengurus OSIS berlangsung selama satu pekan. Perwakilan
kelas, perwakilan ekskul berlomba mengajukan calon terbaik yang mereka punya. Total
ada empat puluh siswa yang mendaftar, namun panitia menyeleksinya. Hanya
dipilih dua puluh nama yang akan mengikuti tahap selanjutnya, yaitu wawancara,
adu visi, misi dan program, juga LDKS sebagai finalnya.
Arif, Ama dan Nunun lolos di seleksi tahap pertama.
Dan harus mengikuti briefing bersama peserta lain yang juga lolos seleksi.
Saat
ini, tengah berlangsung acara briefing atau pembekalan untuk para peserta yang
lulus seleksi tahap satu.
“Assalamu’alaikum warohmatullohi wa barokatuh. Anak –
anak sekalian, bapak ucapkan selamat atas keberhasilan kalian melalui seleksi
tahap satu. Selanjutnya akan diadakah beberapa tahapan untuk mnentukan siapa
saja yang masuk ke pengurus inti yang berjumlah tujuh orang. Yaitu ketua OSIS, Wakil
ketua I dan II, Sekretaris I dan II, juga bendahara I dan II. Sisanya yang
sebelas orang akan masuk di ketua bidang seksi organisasi yang ada di bawah
naungan OSIS seperti seksi kerohanian di dalamnya ada ROHIS dan ROHKRIS, seksi
bela negara ada PASKIBRA dan PRAMUKA, seksi keolahrgaan ada Pencak Silat,
Merpati Putih, dan Taekwondo, dan seterusnya. Bapak sangat berharap kalian bisa
belajar memaksimalkan potensi diri melalui wadah OSIS ini, selanjutnya akan
dijelaskan teknis pemilihan secara rinci oleh pengurus OSIS aat in. Bapak
cukupkan sampai di sni, terima kasih atas perhatiannya. Wassalamu’alaikum
warohmatullohi wa barokatuh.” Pak Kirno mengawali acara dengan sambutannya.
Kini
saatnya sang ketua OSIS yang sedang menjabat menyampaikan detil teknis proses
seleksi.
“Oke teman – teman, di tangan saya sudah ada daftar
nama kalian yang sudah dikelompokkan untuk keperluan sosialisasi atau kampanye.
Jadi, nanti kalian harus mengenalkan diri kepada seluruh siswa di sekolah kita,
baik secara lisan maupun tulisan. Ada empat kelompok, berarti satu kelompok
terdiri atas lima calon ya. Di sni tertulis jelas tata cara kampanye, kalian
tingal baca saja. Selanjutnya selama masa kampanye, kalian juga akan dipanggl
secara bergilir untuk mengikuti proses interview. Yang akan menjadi interviewer
adalah pembina OSIS juga beberapa orang Guru yang berwenang. Setelah itu, ada
closing kampanye dalam bentuk adu visi misi para calon. Dan terakhir, acara
puncak kia yaitu LDKS yang akan dilaksanakan di bumi perkemahan Cibubur selama
tiga hari dua malam. Di sana nant akan diputuskan siapa yang resmi masuk ke
jajaran pengurus inti. Paham ?”
Seluruh
peserta yang hadir menganggukkan kepala tanda
mengerti. Di sana, Amamelihat hanya dirinya dan Nunun saja yang berjilbab. Tiba
– tiba ada semangat baru membuncah dalam dada. Semangat atau ghiroh untuk
memasukkan simbol = simbol Islam dalam kepengurusan OSIS.
Aku harus
lolos, supaya bisa memberikan sentuhan Islami pada teman – teman di sini. Agar
mereka juga ikut merasakan indahnya Islam, manisnya iman. Bismillah. Ridhoi ya
Allah. Ama
Ada lima lelaki
saja yang lolos seleksi. Mudah – mudahan kami satu kelompok. Bagaimana jadinya
kalau kami di sebar ke setiap kelompok ? Hanya sendri bersama empat perempuan.
Aduh. Semoga tidak terjadi. Arif
Peserta yang
lolos seleksi terlihat sangat hebat. Bagaimana mungkin aku bisa bersaing dengan
mereka ? Daripadamempermalukan diri sendiri,, apa sebaiknya aku mundur saja
ya... Hmmm tapi ini adalah amanah yang tidak bisa seenaknya dihempas. Nunun
“Baik semuanya kita cukupkan acara hari ini. Kalian
bisa mengambil kertas yang tersedia di meja. Kalau masih ada yang mau
ditanyakan bisa datang langsung ke ruang OSIS di samping aula ini, atau bisa
hubunggi nomor telepon yang tercantum di kertas. Terima kasih atas perhatian
dan kerja samanya. Kalian bisa kembali ke kelas masing – masing.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar