Senin, 03 Agustus 2020

Teman Sehati * Best Friend Forever

 

Pemilihan ketua OSIS

 

                Tahun ajaran baru telah berjalan tiga pekan. Kegiatan belajar belajar sudah sepenuhnya berjalan normal. Termasuk hiruk piikuk kegiatan organisasi siswa baik intra maupun ekstra kurikuler.

“Ama, lo jadi maju nyalon jadi ketua OSIS ?, tanya saat Ama tengah sibuk mengisi formulir pendaftaran calon pengurus OSIS.

“Iya, Insya Allah. Bantuin ya”

“Siap, ntar gue sama anak – anak cheer siap meramaikan suasana kampanye, hehehe.”

“Serius, Ma?” tiba – tiba Ahmad dan Amal ikut bersuara.

“Wah, saingan sama Arif dong ya ...” imbuh Ahmad.

“Kenapa ga pasangan aja, ketua dan wakil gitu ?” tanya Amal.

“Iya, bener juga tuh” tambah Angel.

“Ya, ini kan kita cuma diminta mengisi formulir dulu, nanti posisi sebagai ketua, wakil, sekretaris atau bendahara yang menentukan pembina juga pengurus saat ini, melihat dari rangkaian tes yang ada. Artinya dengan ngisi formulir ini kita siap di posisi mana aja.” Terang Ama.

“Emang gitu Rif ?” Tanya Ahmad kepada Arif yang baru saja menempati kursinya.

“Apaan yang gimana ? Afwan ana baru datang belum copy. Emang lagi pada bahas apa si ?”

“Pemilihan ketua OSIS.” Jawab Amal

“Oh”

“Tadi kata Ama yang menentukan posisi di kepengurusan adalah pembina dan jajaran pengurus saat ini berdasarkan hasil seleksi.” Ahmad menjelaskan.

“Iya, emang gitu.”

“Ih, jawabnya dikit amat. Kalau jadi ketua OSIS nanti jangan hemat bicaranya ya.”, goda Angel. Arif hanya tersenyum dengan tetap menundukkan pandangannya.

“Nah, coba tuh masa ntar jadi ketua OSIS nunduuuuk mulu, gimana mau asik coba.” Protes Angel. Ama hanya tersenyum mendengar celoteh Angel, meski hatinya juga sibuk berdiskusi.

Aduh please dong Arif jangan kikuk gitu, Kamu ini ya kelihatan banget ga gaulnya sih. Mbo yo belajar gitu ama Ahmad yang suka tebar pesona itu. Ini mah bisa jadi PR bua aku kalau sampe kamu jadi ketua OSIS ye kan. Dah kebayang deh tugas aku tuh buat jagain kamu dari godaan cewek – cewek jahil, hadeuh ... Ada lagi ikhwan model gini ya,ups. Ama

                Ya Allah, baru ngisi formulir aja sudah harus berurusan dengan makhluk bernama wanita. Gimana ya? Dari awal masuk SMA munya ga aktif ini malah diamanahkan masuk OSIS. Astaghfirullah. Semoga Ama dan Nunun bisa menutupi saat harus berinteraksi dengan perempuan. Ampun ya, Allah. Arif.

Kayanya Ama dan Arif akan banyak berinteraksi nih. Ko jadi cemburu gue ya ? Kenapa ga maju juga ya, masuk dalam kepengurusan OSIS biar bisa berdampingan terus dengan Ama. Tapi kemarin gue udah diminta untuk bantu di kepengurusan ROHIS sama Ismoyo dan Amal. Hadeuh. Enak banget tuh nanti si Arif, pasti deh jadiin Ama sebagai tameng, secara Ama kan galak. Oh Ama. Semoga kamu bisa tetap teguh pada prinsipmu ya, tidak mau berurusan dengan asmara, hanya persahabatan yang bisa kamu berikan saat ini. Ahmad.  

                Proses pendaftaran calon pengurus OSIS berlangsung selama satu pekan. Perwakilan kelas, perwakilan ekskul berlomba mengajukan calon terbaik yang mereka punya. Total ada empat puluh siswa yang mendaftar, namun panitia menyeleksinya. Hanya dipilih dua puluh nama yang akan mengikuti tahap selanjutnya, yaitu wawancara, adu visi, misi dan program, juga LDKS sebagai finalnya.

Arif, Ama dan Nunun lolos di seleksi tahap pertama. Dan harus mengikuti briefing bersama peserta lain yang juga lolos seleksi.

                Saat ini, tengah berlangsung acara briefing atau pembekalan untuk para peserta yang lulus seleksi tahap satu.

“Assalamu’alaikum warohmatullohi wa barokatuh. Anak – anak sekalian, bapak ucapkan selamat atas keberhasilan kalian melalui seleksi tahap satu. Selanjutnya akan diadakah beberapa tahapan untuk mnentukan siapa saja yang masuk ke pengurus inti yang berjumlah tujuh orang. Yaitu ketua OSIS, Wakil ketua I dan II, Sekretaris I dan II, juga bendahara I dan II. Sisanya yang sebelas orang akan masuk di ketua bidang seksi organisasi yang ada di bawah naungan OSIS seperti seksi kerohanian di dalamnya ada ROHIS dan ROHKRIS, seksi bela negara ada PASKIBRA dan PRAMUKA, seksi keolahrgaan ada Pencak Silat, Merpati Putih, dan Taekwondo, dan seterusnya. Bapak sangat berharap kalian bisa belajar memaksimalkan potensi diri melalui wadah OSIS ini, selanjutnya akan dijelaskan teknis pemilihan secara rinci oleh pengurus OSIS aat in. Bapak cukupkan sampai di sni, terima kasih atas perhatiannya. Wassalamu’alaikum warohmatullohi wa barokatuh.” Pak Kirno mengawali acara dengan sambutannya.

                Kini saatnya sang ketua OSIS yang sedang menjabat menyampaikan detil teknis proses seleksi.

“Oke teman – teman, di tangan saya sudah ada daftar nama kalian yang sudah dikelompokkan untuk keperluan sosialisasi atau kampanye. Jadi, nanti kalian harus mengenalkan diri kepada seluruh siswa di sekolah kita, baik secara lisan maupun tulisan. Ada empat kelompok, berarti satu kelompok terdiri atas lima calon ya. Di sni tertulis jelas tata cara kampanye, kalian tingal baca saja. Selanjutnya selama masa kampanye, kalian juga akan dipanggl secara bergilir untuk mengikuti proses interview. Yang akan menjadi interviewer adalah pembina OSIS juga beberapa orang Guru yang berwenang. Setelah itu, ada closing kampanye dalam bentuk adu visi misi para calon. Dan terakhir, acara puncak kia yaitu LDKS yang akan dilaksanakan di bumi perkemahan Cibubur selama tiga hari dua malam. Di sana nant akan diputuskan siapa yang resmi masuk ke jajaran pengurus inti. Paham ?”

                Seluruh peserta yang hadir menganggukkan kepala  tanda mengerti. Di sana, Amamelihat hanya dirinya dan Nunun saja yang berjilbab. Tiba – tiba ada semangat baru membuncah dalam dada. Semangat atau ghiroh untuk memasukkan simbol = simbol Islam dalam kepengurusan OSIS.

 

Aku harus lolos, supaya bisa memberikan sentuhan Islami pada teman – teman di sini. Agar mereka juga ikut merasakan indahnya Islam, manisnya iman. Bismillah. Ridhoi ya Allah. Ama

 

Ada lima lelaki saja yang lolos seleksi. Mudah – mudahan kami satu kelompok. Bagaimana jadinya kalau kami di sebar ke setiap kelompok ? Hanya sendri bersama empat perempuan. Aduh. Semoga tidak terjadi. Arif

 

Peserta yang lolos seleksi terlihat sangat hebat. Bagaimana mungkin aku bisa bersaing dengan mereka ? Daripadamempermalukan diri sendiri,, apa sebaiknya aku mundur saja ya... Hmmm tapi ini adalah amanah yang tidak bisa seenaknya dihempas. Nunun

 

“Baik semuanya kita cukupkan acara hari ini. Kalian bisa mengambil kertas yang tersedia di meja. Kalau masih ada yang mau ditanyakan bisa datang langsung ke ruang OSIS di samping aula ini, atau bisa hubunggi nomor telepon yang tercantum di kertas. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. Kalian bisa kembali ke kelas masing – masing.”


Tidak ada komentar:

Posting Komentar